Panen Melimpah, Harga Jatuh: Kenapa Ini Tidak Pernah Dipertimbangkan Sejak Awal?

Dompu- Produksi didorong, tetapi kesiapan infrastruktur penyimpanan tidak berkembang seiring. Ketika hasil datang dalam jumlah besar, sistem tidak siap menampung.

-Ade

5/8/20241 min read

Dompu, 2026 — Panen raya kembali datang. Produksi meningkat, hasil melimpah. Namun seperti yang sudah berulang setiap musim, harga justru jatuh dan petani kembali berada di posisi paling lemah.

Salah satu persoalan utama yang kini mencuat adalah daya tampung gudang Bulog yang over kapasitas. Ketika panen berlangsung serentak, gudang tidak lagi mampu menampung seluruh hasil petani. Penyerapan menjadi terbatas, dan sebagian besar hasil panen akhirnya tidak terserap secara optimal.

Di titik ini, masalahnya menjadi jelas:
ketika gudang penuh, pasar mengambil alih—dan petani kehilangan kendali harga.

Situasi ini seharusnya bukan hal yang mengejutkan. Pola panen, luas lahan, dan potensi produksi bisa diperkirakan sejak awal. Artinya, lonjakan hasil panen bukan sesuatu yang tiba-tiba.

Namun yang terjadi justru sebaliknya. Produksi didorong, tetapi kesiapan infrastruktur penyimpanan tidak berkembang seiring. Ketika hasil datang dalam jumlah besar, sistem tidak siap menampung.

Pertanyaannya kemudian menjadi lebih mendasar:
mengapa kapasitas penyimpanan tidak dihitung sejak awal, ketika produksi justru terus ditingkatkan?

Jika gudang Bulog sudah penuh bahkan sebelum seluruh hasil panen terserap, maka jelas ada ketidakseimbangan antara kebijakan produksi dan kesiapan penyerapan.

Akibatnya, petani kembali berada dalam posisi terdesak. Tanpa akses ke penyimpanan, mereka tidak memiliki pilihan selain menjual cepat—sering kali di bawah harga yang seharusnya.

Masalah ini tidak hanya soal kapasitas fisik gudang. Ini adalah soal perencanaan yang tidak terintegrasi antara produksi, distribusi, dan penyimpanan.

Jika kondisi ini terus terjadi, maka setiap panen raya tidak lagi menjadi momentum kesejahteraan, melainkan siklus masalah yang berulang.

Gudang penuh bukan sekadar masalah teknis.
Itu adalah tanda bahwa sistem tidak siap.

Ketika produksi ditingkatkan tanpa menyiapkan ruang untuk menampungnya,
maka yang terjadi bukan keberhasilan—
tapi kelebihan yang berubah menjadi kerugian.

Dan selama perencanaan hanya berhenti di produksi,
petani akan terus menghadapi masalah yang sama,
setiap musim, tanpa perubahan.